Toxic Relationship?!
Kalian pernah denger tentang Toxic Relationship?? Mungkin ada yang sekedar pernah denger, asing banget, atau malah ngalamin?
Nah hal-hal yang udah disebutin tadi perlu dicek nih kamu ngalamin gak? Apalagi kalau sampai kekerasa fisik, aduh udah deh tinggalin, semisal itu pacar ya putusin, kalau itu temen cari yang lain, dan kalau itu keluarga dibicarakan. Setiap masalahnya pasti ada penyelesaiannya ko, inget ya kamu itu terlalu berharga untuk ada di hubungan yang toxic. Trus yang sadar kamu di dalamnya (hubungan toxic) ya cuma diri kamu sendiri. Apalagi kalau sampai kehilangan jati diri, duh jangan deh.
Oke, biar gampang kita harus tau dulu apa sih toxic relationship itu.
Jadi toxic relationship atau hubungan beracun sendiri mengacu pada hubungan atau relasi tidak seimbang, dimana salah satu pihak merasa direndahkan atau diserang. Apabila dipertahankan, hubungan beracun bukan hanya akan merampas kebahagiaan Anda, tapi juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental hingga fisik.
Nah hubungan toxic ini bukan hanya antara dua sejoli yang kasmaran nih atau pacaran, taoi juga bisa saudara, keluarga, teman atau lingkungan kamu. Secara gak langsung hal yang sifatnya toxic kaya gini karena apa mungkin hal yang jadi terbiasa akhirnya gak merasa bahwa diri sendiri berada dihububgan yang toxic.
Dilansir dari Mental Health, sebuah hubungan mengarah pada toxic relationship apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Merasa dirinya tidak pantas atau kurang baik untuk pasangan.
- Semua yang dilakukan selalu salah, sehingga harus mencari pendapat dari orang lain untuk menilai.
- Harga diri sering dijatuhkan.
- Tidak bisa menjadi diri sendiri karena takut salah.
- Selalu dianggap sebagai pembawa masalah.
- Pasangan mulai mengatur dan membatasi pergaulan.
- Kehilangan teman dan orang-orang terdekat.
Penyebab Toxic Relationship
Ada cukup banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi toxic atau racun dalam sebuah hubungan yang sedang dijalani, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Latar belakang yang berkaitan dengan masa lalu seseorang, seperti dibesarkan dalam kondisi yang minim kasih sayang atau kurang perhatian, sehingga kurang empati dan simpati.
- Pengalaman buruk di masa lalu yang menyebabkan seseorang terguncang secara emosional, misalnya perundungan atau bullying.
- Memiliki gangguan mental, seperti kecemasan dan depresi akut.
Keluar dari hubungan yang toxic emang gak mudah, apalagi kalau udah lama hubungan itu. Tapi inget gak baik terus ada di circle yang begitu, kamu iuga punya hak untuk lepas dan bahagia tanpa harus pura-pura. Sayangi dirimu ya :)
Dan buat yang udah pernah berada dalam kondisi toxic relationship, inget ini bukan akhir tapi awal semangat, dan selamat kalian berhasil keluar dari hal itu.
Oke makasih udah mau baca, inget sekali lagi saya bukan dokter, jadi gak sepemuhnya benar ya. Semoga bermanfaat, bye....
Komentar
Posting Komentar