Remaja?! Aku mau jadi remahan tepung saja

Hai, gak kerasa sudah akhir tahun. Gimana dengan planningmu? Gimana dengan list keinginanmu? Gimana dengan pencapaianmu? 

Banyak yang terlaksana dan tercapai ya? Selamat untuk itu. Tapi ada yang gagal juga? Gak pa" semoga tahun depan terwujud ya :)

Banyak hal berlalu di tahun 2021 ini, kalian gitu juga gak? Ntah itu masalah anak remaja yang berantem sama orang tua, atau kalian lebih mendapat hal-hal dan pengalaman baru yang sebelumnya gak pernah kalian dapat. 

Kalau aku pribadi sih, merasa berat banget, ya agak alay dikit deh.

Kata orang umur 20 an itu fase pendewasaan. Btw umur ku 20 tahun hihi... 

Siapa tau kan ada yang penasaran, eh keterusan.. Oke kita lanjut.  Di umur 19-23 tahun adalah fase berat dimana seseorang bener-bener belajar dewasa, ada aja masalahnya, ada aja hal yang terjadi, dan banyak banget keinginan yang gak terwujud. Difase ini teman-teman, keluarga atau hal y yang deket sama kita akan mulai terasa berubah, terutama temen ni bakal kesaring mana temen mana bukan, mereka akan pergi sendirinya. Nah termasuk kamu sendiri akan mulai milih lakuin hal yang kamu mau aja, akan ketemu yang memang kamu merasa perlu dan mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat, contoh nongkrong gabut, main gabut dan lainnya. Secara gak langsung interaksi sosial kamu dan relasi kamu berkurang. Ini juga yang jadi alasan kenapa teman mulai ilang satu persatu, kenapa keluarga merasa kamu udah dewasa dan lebih dilepas lagi. Padah disisi lain kalian butuh ditanyain kamu kenapa? Bukan udah gede bisa sendiri, iya kan? 

Hal lain yang mendasari fase usia 19-23 tahun lebih berat adalah segala hal dalam hidul mulai berubah, dan itu butuh waktu yang lama untuk menerima, tapi waktu yang ada sebentar sehingga mental atau fisok kita gak jarang belum siap.

Dikutip dari antara news, Remaja dalam tahap menyesuaikan ‘sense of self’ dalam fisik yang baru, seperti perubahan biologik dan fisik (pubertas) yang cepat dan ekstrem," ujar dr. Petrin saat berbincang dalam seminar Mental Health Among Youth di Jakarta.

"Remaja beradaptasi terhadap seksualitas, menetapkan identitas seksual, dan mengembangkan kemampuan untuk hubungan romantis," imbuh dr. Petrin.

Seorang remaja, sambungnya, memiliki peralihan dari berpikir konkrit di usia anak menjadi berpikir abstrak.

Selain itu, lanjutnya, remaja mengenal dirinya sendiri sebagai bagian dari orangtua. Ia bereksperimen dengan pelbagai identitas yang berbeda dan sementara melalui pelbagai jenis pakaian, musik, gaya rambut, sikap dan perilaku, dan gaya hidup.

Remaja, lanjutnya, bernegosiasi kembali terhadap hubungan dengan orangtua, mengembangkan hubungan stabil dan produktif dengan teman sebaya, dan memenuhi tuntutan dan tanggung jawab sebagai orang yang semakin dewasa.

Jadi buat kamu yang lagi di fase ini, atau udah pernah ngalamin atau malah masih baru akan ngalamin, gak pa" kalian gak sendiri. Semangat positif terus ya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

YOLO atau LOYO??

REKOMENDASI CHANEL YOUTUBE YANG MENGEDUKASI ANAK

Corona, covid atau apapun itu namanya